GEMA SAHUR Jadi Cara SDN Nanggungan Pacitan Tanamkan Karakter Religius Siswa
SDN Nanggungan Pacitan perkuat karakter religius siswa lewat program GEMA SAHUR, pembiasaan membaca Asmaul Husna tiap Kamis pagi dipimpin guru PAI sebelum pembelajaran dimulai.
PACITAN – SDN Nanggungan, Kecamatan Pacitan, membiasakan siswa memulai hari dengan lantunan Asmaul Husna. Melalui program bertajuk GEMA SAHUR (Gerakan Membaca Asmaul Husna Terpadu), sekolah berupaya memperkuat karakter religius siswa sejak dini.
Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap Kamis pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Sejak pagi, siswa kelas I hingga kelas VI duduk berjajar rapi di teras kelas masing-masing untuk mengikuti pembacaan 99 nama baik Allah SWT secara bersama-sama, Kamis (21/5/2026).
Pembiasaan itu dipimpin langsung guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Andi Prayitno. Selama sekitar 15 menit, suasana sekolah berubah lebih khidmat saat lantunan Asmaul Husna menggema di lingkungan sekolah.
Kepala SD Negeri Nanggungan, Suparno, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter sekaligus membangun kebiasaan religius siswa.
“Saya sangat mendukung pembiasaan ini karena siswa-siswi sekolah kami menjadi mengenal dan secara tidak langsung akan hafal Asmaul Husna,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, pembiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin mampu membentuk karakter siswa agar lebih disiplin sekaligus mengenal nilai-nilai spiritual sejak usia sekolah dasar.
Meski digelar di teras kelas, para siswa mengikuti kegiatan dengan tertib. Mereka tampak khusyuk melantunkan Asmaul Husna sebelum memulai pelajaran di kelas.
Salah satu siswa kelas V, Wildan Rizky Adi Kusuma, mengaku senang mengikuti program tersebut karena membantunya lebih cepat menghafal Asmaul Husna.
“Saya sangat senang dengan pembiasaan ini karena setelah terbiasa membaca, saya menjadi hafal Asmaul Husna,” katanya.
Bagi sekolah, GEMA SAHUR tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial mingguan. Pembiasaan ini diharapkan dapat membangun kesiapan mental siswa sebelum belajar sekaligus menanamkan nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah lantunan Asmaul Husna selesai dan doa bersama dipanjatkan, para siswa memasuki kelas masing-masing dengan tertib untuk memulai pembelajaran. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.
