Buku Kiai Muda NU Jatim Tembus Pameran Internasional, Akademisi Arab Melirik Pesantren
Buku berjudul Al-Isti'arah al-Tashawwuriyyah fi A'mal Ibn Arabi karya A. Muntaha Afandie diluncurkan pada Ahad (26/04/2026).
TUNISIA – Satu karya dari lingkungan pesantren Indonesia mencuri perhatian di Pameran Buku Internasional ke-40 di El Krem, Tunis. Buku itu membahas pemikiran Ibn Arabi dengan pendekatan yang tidak umum dalam kajian tasawuf.
Buku berjudul Al-Isti'arah al-Tashawwuriyyah fi A'mal Ibn Arabi karya A. Muntaha Afandie diluncurkan pada Ahad (26/04/2026). Penerbitnya Dar al-Kitab Tunis, yang dikenal menerbitkan karya akademik bidang studi Arab dan Islam.
Penulisnya merupakan anggota dewan pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyyah Kedungwungu, Indramayu. Ia membaca pemikiran Ibn Arabi menggunakan teori metafora konseptual; pendekatan dalam linguistik kognitif yang jarang dipakai dalam studi tasawuf.
Gus Mun, sapaan akrabnya, mengatakan ketertarikannya berangkat dari pembacaan atas karya Nasr Hamid Abu Zayd dan Henry Corbin yang mengulas dimensi imajinasi dalam pemikiran Ibn Arabi.
“Di balik kreativitasnya dalam berimajinasi hingga melahirkan karya-karya istimewa, ada proses panjang di ranah kognitif. Proses itulah yang saya teliti dalam disertasi (yang sekarang diterbitkan jadi buku) ini,” ujar Wakil Ketua I Lakpesdam PWNU Jawa Timur tersebut, Jumat (1/5/2026).
Buku ini masuk dalam seri Ma’alim fi al-Lughah wa al-Dihn yang disupervisi Lazhar Zanned. Seri tersebut memuat kajian bahasa dan kognisi dalam perspektif linguistik modern.

Sejumlah akademisi terlibat dalam seri ini, di antaranya Lazhar Zanned, Habib Mkadmini, Mark Turner, dan Arbia Yaferni. Karya Gus Mun menjadi edisi terbaru sekaligus satu-satunya kontribusi dari Indonesia.
Selama ini, pemikiran Ibn Arabi lebih sering dibaca melalui pendekatan filsafat, teologi, atau tasawuf normatif. Buku ini mengambil jalur linguistik.
Sementara itu, Guru Besar Linguistik Arab Universitas Tunis, Chokri Saadi, menilai kekuatan buku ini pada penyajiannya.
“Yang menarik dari buku ini adalah penyajian yang sederhana dan mampu menjauh dari kompleksitas. Kemampuan ini penting dalam penulisan disertasi yang berkaitan dengan berbagai teori seperti teori kognitif dan konstruktivisme,” ujarnya.
Ia merekomendasikan buku tersebut sebagai rujukan untuk memahami metafora konseptual dalam bahasa Arab dan pemikiran Ibn Arabi karena disusun sistematis.
Apresiasi juga datang dari Mohammed Bettayib, Guru Besar Pemikiran Islam Universitas Manouba. Ia menilai pendekatan linguistik dalam buku ini membuka cara baca baru terhadap teks sufistik.
Menurut Bettayib, analisis metafora konseptual dalam buku tersebut membantu mengurai makna dalam bahasa simbolik yang selama ini kerap dianggap sulit.
Peluncuran buku ini menjadi penanda kehadiran karya pesantren Indonesia dalam forum akademik internasional.
Selain buku di atas juga ada dua karya lain yang dipamerkan di Tunis, hasil terjemahan
إسلامي، إسلامك، إسلامنا
Terjemahan buku Gus Dur (Islamku, Islam Anda, Islam Kita) dan
القرآن كتاب التسامح
Al-Quran Kitab Toleransi. Karya Zuhairi Misrawi.
Keduanya diterbitkan oleh Dar Safir sebagai salah satu program unggulan literasi KBRI Tunis. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.