Tutor Sebaya Jadi Cara SDN Kebonagung Pacitan Perkuat Karakter Religius Siswa
Siswa SDN Kebonagung Pacitan mengikuti pembiasaan membaca Al-Qur’an dan Iqra melalui metode tutor sebaya sebagai penguatan karakter religius di sekolah. (Foto: Ida for TIMES Indonesia)

Tutor Sebaya Jadi Cara SDN Kebonagung Pacitan Perkuat Karakter Religius Siswa

Program pembiasaan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah yang melibatkan seluruh guru.

TIMES Pacitan,Jumat 29 Mei 2026, 12:22 WIB
589
Y
Yusuf Arifai

PACITANSDN Kebonagung, Kabupaten Pacitan, mengembangkan metode tutor sebaya untuk memperkuat karakter religius siswa melalui pembiasaan membaca Al-Quran dan Iqra yang rutin digelar setiap Jumat.

Program pembiasaan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah yang melibatkan seluruh guru.

Kegiatan dipimpin guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Abdul Latif, di bawah koordinasi Kepala SDN Kebonagung, Endang Sulasih.

Berbeda dari pembelajaran biasa, sekolah menerapkan metode tutor sebaya dengan melibatkan siswa yang sudah lancar membaca Al-Quran sebagai pendamping teman maupun adik kelas yang masih belajar.

Pendekatan itu dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang lebih dekat sekaligus mempercepat pemahaman siswa terhadap bacaan Al-Quran dan Iqra.

Guru PAI SDN Kebonagung, Abdul Latif, mengatakan metode tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran, tetapi juga membentuk karakter siswa.

“Saya sengaja melibatkan anak-anak yang sudah bagus bacaan Alquran atau Iqro-nya menjadi tutor sebaya. Selain untuk membantu proses pembelajaran, ini juga bentuk penguatan karakter,” ujar Abdul Latif, Jumat (29/5/2026).

article

"Anak-anak belajar ikhlas berbagi ilmu, melatih kepemimpinan, dan menumbuhkan rasa peduli pada teman. Teman yang dibimbing pun lebih nyaman karena merasa belajar dengan kakak atau temannya sendiri," imbuhnya.

Menurut dia, metode tutor sebaya memberi dampak positif bagi kedua pihak.

Siswa yang menjadi pendamping lebih termotivasi menjaga kualitas bacaan dan hafalan, sementara siswa yang dibimbing cenderung lebih cepat memahami materi karena belajar dalam suasana yang lebih santai.

Selain aspek akademik, pola tersebut juga dinilai membantu menanamkan nilai kesabaran, empati, dan kepedulian sosial sejak usia dini.

Kepala SDN Kebonagung, Endang Sulasih, mengatakan pembiasaan religius di sekolah tidak semata mengejar kemampuan membaca Al-Quran, tetapi juga membangun fondasi akhlak peserta didik.

“Tujuan pembiasaan penanaman karakter religius ini tidak hanya untuk mengejar target anak bisa membaca Alquran. Yang paling penting adalah membentuk akhlak dan budi pekerti mereka," kata Endang.

"Melalui kegiatan rutin bersama seluruh guru serta dukungan metode tutor sebaya, kami ingin anak-anak SDN Kebonagung tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan peduli sesama sejak usia dini,” jelasnya.

Sekolah berharap pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan kepedulian sosial yang kuat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.