Harumkan Indonesia, Sekolah Alam Pacitan Raih Top 5 Best of the Best Level Asia Tenggara
Capaian ini tidak hanya membawa nama baik Kabupaten Pacitan, tetapi juga membuktikan bahwa inovasi pengelolaan sampah berbasis sekolah dari Indonesia mampu bersaing dan diakui di level internasional.
PACITAN – Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia di kancah internasional. Sekolah Alam Pacitan berhasil mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pendidikan lingkungan terbaik.
Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan Sekolah Alam Pacitan meraih Top 5 Best of the Best School dalam ajang Waste Hero Impact Challenge Asia Tenggara.
Penghargaan bergengsi ini diselenggarakan oleh SEAMEO Regional Centre for Sufficiency Economy Philosophy for Sustainability (SEPS).
Capaian ini tidak hanya membawa nama baik Kabupaten Pacitan, tetapi juga membuktikan bahwa inovasi pengelolaan sampah berbasis sekolah dari Indonesia mampu bersaing dan diakui di level internasional.
Atas prestasi ini, Sekolah Alam Pacitan juga mendapatkan kehormatan untuk melangkah lebih jauh.
Sekolah Alam Pacitan secara resmi terpilih menjadi keynote speaker dalam webinar sekolah berskala internasional yang akan membahas praktik terbaik pengelolaan sampah.

Keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi Sekolah Alam Pacitan dalam mengintegrasikan kurikulum lingkungan ke dalam aktivitas harian siswa.
Melalui program pengelolaan sampah yang komprehensif, sekolah ini dinilai berhasil memberikan dampak nyata bagi ekosistem sekolah dan masyarakat sekitar.
Kepala Sekolah Alam Pacitan, Bangun Naruttama, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas dedikasi seluruh elemen di sekolah.
Menurutnya, pencapaian ini adalah validasi bahwa apa yang mereka tanamkan selama ini, yakni karakter peduli lingkungan, memiliki nilai universal.
"Menjadi bagian dari 5 sekolah terbaik di Asia Tenggara bukan sekadar tentang piala, melainkan tentang tanggung jawab untuk terus menyebarkan virus kebaikan dalam menjaga bumi," ujar Bangun, Jumat (1/5/2026).
Keberhasilan di ajang Waste Hero Impact Challenge ini tidak lepas dari manajemen program yang apik. Maya Nurhidayati, penanggung jawab program, menjelaskan bahwa kunci kemenangan mereka terletak pada partisipasi aktif seluruh elemen sekolah.
"Kami merancang program yang memastikan sampah tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, tapi dikelola dengan prinsip 3R yang kreatif," jelas Maya.
"Kerja keras para siswa dan guru dalam mendokumentasikan setiap aksi nyata menjadi poin krusial yang dilirik oleh dewan juri SEAMEO SEPS," sambungnya.
Bagi para siswa, tantangan ini memberikan pengalaman belajar yang tak terlupakan. Ridwan, salah seorang siswa Sekolah Alam Pacitan, mengaku bangga sekolahnya bisa mewakili Indonesia di tingkat internasional.
"Awalnya kami hanya ingin lingkungan sekolah bersih. Tapi lewat tantangan ini, kami jadi tahu kalau hal kecil yang kami lakukan di Pacitan bisa menginspirasi teman-teman di negara lain. Saya sangat senang sekolah kita bisa jadi yang terbaik di Asia Tenggara," tutur Ridwan.
Momentum ini diharapkan dapat memperkuat jejaring pendidikan hijau di Asia Tenggara sekaligus memotivasi sekolah-sekolah lain di Indonesia untuk terus berinovasi dalam melestarikan lingkungan.
Sekolah Alam Pacitan telah membuktikan bahwa dari sudut kecil di Jawa Timur, sebuah perubahan besar untuk dunia dapat dimulai. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.