Pembiasaan Asmaul Husna dan Salim Jadi Cara SDN 1 Sumberejo Pacitan Perkuat Karakter Siswa
SDN 1 Sumberejo Pacitan membentuk karakter religius dan berakhlak mulia lewat pembiasaan pagi: menyanyi Indonesia Raya, baca Asmaul Husna, doa bersama, dan salim guru.
PACITAN – SDN 1 Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, membiasakan siswa memulai hari dengan kegiatan religius sebelum pembelajaran dimulai. Melalui pembacaan Asmaul Husna hingga budaya salim kepada guru, sekolah berupaya membentuk karakter siswa agar tumbuh religius dan berakhlak mulia.
Kegiatan pembiasaan tersebut rutin digelar hampir setiap hari dan wajib diikuti seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI. Sejak pagi, siswa berbaris rapi di halaman sekolah sesuai kelas masing-masing sebelum memasuki ruang belajar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mars sekolah, pembacaan teks Pancasila, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, hingga doa bersama.
Setelah itu, siswa duduk bersila mengikuti pembacaan Asmaul Husna yang diperdengarkan melalui alunan musik di halaman sekolah. Suasana religius tampak terasa saat ratusan siswa mengikuti lantunan nama-nama baik Allah SWT secara bersama-sama.
Tak berhenti di situ, kegiatan ditutup dengan budaya salim atau mencium tangan bapak dan ibu guru. Siswa bergantian berjalan menyapa dan bersalaman dengan para guru sebelum memasuki kelas. Tradisi sederhana itu menciptakan suasana akrab sekaligus penuh penghormatan di lingkungan sekolah, Selasa (26/5/2026).
Kepala SDN 1 Sumberejo, Edi Suwito, mengatakan pembiasaan tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah.
“Kami memang berusaha menekankan nilai karakter pada peserta didik. Jadi anak-anak ini nanti tidak hanya pintar secara akademis saja, namun karakternya juga bagus,” ujar Edi Suwito usai kegiatan pembiasaan.
Menurutnya, kegiatan rutin itu dirancang untuk membentuk siswa yang tidak hanya disiplin, tetapi juga memiliki budi pekerti luhur dan jiwa religius sejak usia dini.
Edi menyebut seluruh siswa, mulai kelas I hingga kelas VI, kini telah hafal Asmaul Husna. Namun, sekolah tidak hanya menekankan hafalan, melainkan juga penerapan nilai-nilai baik dari 99 nama Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, apa yang dilakukan para siswa itu benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat. Sehingga, melalui pembiasaan-pembiasaan kecil ini nanti, lama-lama akan menjadi karakter. Karakter yang baik, dan karakter yang baik nanti insyaAllah akan berakhir dengan nasib yang baik,” pungkasnya.
Bagi SDN 1 Sumberejo, pembiasaan sederhana seperti membaca Asmaul Husna dan salim kepada guru bukan sekadar rutinitas pagi. Sekolah ingin nilai sopan santun, religiusitas, dan penghormatan terhadap guru tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat pada diri siswa hingga dewasa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.