Belajar Bahasa Jerman dari Nol, Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Didorong Studi ke Luar Negeri
Bukan hanya teori, peserta diajak memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks riil mulai dari interaksi harian hingga gambaran sistem kehidupan di Jerman.
PACITAN – Pelatihan Bahasa Jerman tak lagi sekadar soal kosakata. UPT Pusat Bahasa STKIP PGRI Pacitan mendorong mahasiswa menembus peluang global lewat program 'Deutsch für den Alltag: Pelatihan Komunikasi Fungsional Bahasa Jerman' yang digelar Jumat (10/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Sunarto, S.Pd.Gr., M.Pd., yang membekali peserta dengan dasar-dasar bahasa Jerman sekaligus praktik komunikasi sehari-hari.
Bukan hanya teori, peserta diajak memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks riil mulai dari interaksi harian hingga gambaran sistem kehidupan di Jerman.
Materi pelatihan juga menyentuh sisi yang lebih luas. Peserta dikenalkan pada budaya dan nilai masyarakat Jerman, termasuk sistem transportasi publik yang terintegrasi.
Dari situ, mahasiswa diajak melihat bagaimana bahasa menjadi pintu masuk memahami peradaban yang berbeda.
Tak berhenti di situ, peluang internasional ikut dibuka. Mulai dari kesempatan kuliah tanpa biaya di Jerman, program Ausbildung, hingga Au Pair diperkenalkan sebagai opsi konkret yang bisa ditempuh mahasiswa setelah menguasai bahasa.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STKIP PGRI Pacitan, Dr. Hasan Khalawi, M.Pd., menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing kini bukan lagi pelengkap.
“Ini bagian dari kompetensi multidisipliner yang harus dimiliki mahasiswa di era global,” ujarnya.
Senada, Kepala UPT Pusat Bahasa, Indah Puspitasari, M.Pd., menyebut pelatihan ini sebagai langkah nyata kampus dalam memperkuat kemampuan bahasa yang aplikatif.
Menurutnya, bahasa Jerman memiliki posisi strategis, terutama dalam pendidikan dan kerja sama internasional.
Di sisi peserta, pelatihan ini terasa relevan. Zeza Brilianan Satna Karin, mahasiswa PGSD, mengaku kegiatan tersebut membantunya mengingat kembali dasar-dasar bahasa Jerman yang pernah dipelajari saat SMA.
“Jadi seperti menguatkan lagi fondasi yang sudah ada,” katanya.
Ia berharap program serupa bisa berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi. Level lanjutan seperti A2 dinilai penting agar kemampuan mahasiswa tidak berhenti di tahap dasar.
Melalui pelatihan Bahasa Jerman tersebut, lulusan STKIP PGRI Pacitan diharapkan memiliki bekal untuk bersaing di level global. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.