Wakili Pacitan, MA Pembangunan Kikil Arjosari Unjuk Gigi di Festival Hadrah Al-Banjari Expo Madrasah Jatim 2026
Delegasi MA Pembangunan Kikil Arjosari Pacitan akan bersaing dengan 78 kontingen dari berbagai jenjang pendidikan madrasah se-provinsi dalam kompetisi seni Islam yang dihelat di Kanwil Kemenag Jatim.
PACITAN – MA Pembangunan Kikil Arjosari, Kabupaten Pacitan, mendelegasikan perwakilan siswanya untuk berlaga dalam ajang Festival Hadrah Al-Banjari (Fesban) rangkaian Expo Madrasah Jawa Timur 2026.
Kompetisi seni Islam yang dihelat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada Selasa, 1 September 2026 ini diikuti oleh 78 kontingen dari berbagai jenjang pendidikan madrasah se-provinsi.
Dalam ajang unjuk bakat bergengsi tersebut, MA Pembangunan Kikil Arjosari mempercayakan formasi delegasi kepada lima siswa kelas XI, yakni Nadila Azka Salsabila, Fa'lun Arzakul Umam, Indah Ayu Purwaningsih, Mayshafa Vania Wijaya, dan Aulia Karima.
Sebelum bertolak ke Surabaya, kelima pelajar ini menjalani sesi pemusatan latihan intensif di bawah komando pembina seni Ustadz Masrur guna mematangkan harmoni vokal dan ketukan tabuhan rebana.
Kepala MA Pembangunan Kikil Arjosari, Tatik Sofianti, menegaskan bahwa keikutsertaan siswanya dalam festival ini merupakan wujud konsistensi madrasah dalam memfasilitasi minat dan bakat peserta didik di luar ruang kelas formal.
Komitmen serupa disampaikan oleh guru pendamping, Edi Ismanto. Menurutnya, panggung kompetisi seni seperti Fesban memiliki andil besar dalam mengasah daya kreativitas pelajar madrasah agar tidak tertinggal dalam ranah nonakademik.
"Madrasah tidak hanya memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga mendorong mereka untuk mengembangkan bakat dan kreativitas melalui kegiatan nonakademik," jelas Edi Ismanto.
Senada dengan hal tersebut, Ustadzah Nur Alifah Ariana memandang seni hadrah bukan sekadar medium unjuk kebolehan bermusik, melainkan sarana efektif penanaman karakter anak didik.
Nilai-nilai kedisiplinan, solidaritas tim, serta tanggung jawab personal ditempa secara langsung melalui proses latihan hingga pementasan di atas panggung.
"Dalam hadrah, siswa belajar tentang kekompakan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan. Karena itu, yang terpenting bukan hanya hasil penampilan, tetapi juga proses pembelajaran dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan," ungkap Nur Alifah.
Kehadiran kontingen Pacitan di ajang Expo Madrasah Jatim 2026 ini diharapkan mampu memperluas wawasan sosial para santri sekaligus menjadi pemantik motivasi bagi siswa lainnya untuk terus aktif menorehkan prestasi di berbagai bidang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.