Dwi Widiyasari Guru SMPN 3 Ngadirojo Pacitan Raih Foto Terbaik Karya Jurnalistik
Dwi menyebut, pencapaian itu tidak lepas dari proses belajar selama mengikuti pelatihan jurnalistik untuk dalam mengasah kemampuan menulis dan memotret.
TIMESINDONESIA – Guru SMPN 3 Ngadirojo, Dwi Widiyasari, mencatatkan prestasi di ajang Jurnalistik Guru Melek Digital yang digelar TIMES Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pacitan.
Ia meraih kategori foto terbaik lewat karya jurnalistik bertajuk “Sulap Limbah Plastik Jadi Gaun, Siswa SMPN 3 Ngadirojo Pacitan Memukau MASCOFASH 2025” dengan nilai 177.
Karya tersebut tak sekadar menampilkan visual. Foto yang dihasilkan mampu mengangkat cerita kuat tentang kreativitas siswa dalam mengolah limbah plastik menjadi gaun yang memukau dalam ajang MASCOFASH 2025.
Sentuhan visual yang bercerita itulah yang mengantarkan Dwi meraih apresiasi tertinggi di kategori tersebut.
Dwi mengaku pencapaian itu tidak lepas dari proses belajar selama mengikuti pelatihan jurnalistik. Ia menyebut banyak pengalaman baru yang diperoleh, terutama dalam mengasah kemampuan menulis dan memotret.
“Saya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk mengikuti pelatihan jurnalistik ini. Terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang sudah membimbing, sehingga saya bisa mengembangkan potensi yang saya miliki,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, pelatihan tersebut memberikan bekal yang cukup lengkap. Mulai dari teknik penulisan berita, penyusunan informasi yang akurat, hingga cara menghasilkan foto yang tidak sekadar menarik, tetapi juga memiliki nilai cerita.
“Kesan saya sangat positif. Banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Suasana pelatihan juga interaktif dan inspiratif, membuat saya semakin tertarik mendalami jurnalistik,” imbuhnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut. Bagi guru, pelatihan semacam ini dinilai penting, tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi mengajar, tetapi juga dalam mendokumentasikan dan menyampaikan informasi secara profesional.
Ke depan, Dwi berencana menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan sekolah. Baik untuk mendukung pembelajaran informatika maupun memperkuat literasi digital siswa.
“Harapan saya, ilmu ini bisa saya terapkan di sekolah dan saya tularkan kepada rekan guru serta siswa. Supaya budaya menulis dan berpikir kritis bisa terus berkembang,” katanya.
Ia juga menegaskan akan terus berlatih menulis dan mendokumentasikan kegiatan sekolah dengan lebih baik. Bahkan, keterampilan jurnalistik tersebut akan diintegrasikan dalam pembelajaran agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator informasi yang bertanggung jawab.
“Semoga ini menjadi awal yang baik untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan,” pungkas guru SMPN 3 Ngadirojo Pacitan ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.