Bawa Kethek Ogleng ke Jamnas XII Cibubur, Kontingen MTsN 2 Pacitan Pukau Ribuan Pramuka
Pementasan kesenian khas Pacitan tersebut sekaligus merespons tema Jamnas tahun ini, yakni 'Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan'.
PACITAN – Kontingen Pramuka Kabupaten Pacitan memukau ribuan peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, lewat pementasan Tari Kethek Ogleng.
Tarian tradisional berstatus Warisan Budaya Takbenda (WBTB) ini dibawakan sebagai bentuk diplomasi budaya daerah di kancah nasional.
Aksi panggung tersebut dieksekusi secara enerjik oleh Nur Priandika dari MTsN 2 Pacitan dan Dewantara Kian Pijar Lukito asal SMPN 1 Nawangan.
Menirukan gerak lincah dan jenaka kera, kolaborasi kedua pelajar ini sukses mencuri perhatian di tengah perhelatan akbar lima tahunan yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 lalu.
Pementasan kesenian khas Pacitan tersebut sekaligus merespons tema Jamnas tahun ini, yakni 'Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan'.
Kethek Ogleng tidak disuguhkan sekadar sebagai hiburan pentas seni, melainkan wujud unjuk komitmen generasi muda dalam merawat identitas lokal.
"Saya bersama rekan Dewantara Kian Pijar Lukito sangat bangga dan terharu bisa membawakan tarian Kethek Ogleng di hadapan teman-teman Pramuka dari seluruh Indonesia," kata Nur Priandika, Rabu (2/9/2026).
Ia berharap momentum di panggung Jamnas ini mampu membuktikan bahwa kalangan pelajar sanggup menjaga dan melestarikan seni tradisi daerah yang telah mengantongi pengakuan nasional.
Dukungan penuh mengalir dari pihak sekolah.
Kepala MTs Negeri 2 Pacitan, Muhammad Ardhyan Mustofa, menilai capaian siswanya yang didapuk sebagai delegasi budaya sukses mematahkan stigma bahwa pendidikan madrasah berjalan kaku.
"Menjadi bagian dari kontingen Jamnas XII saja sudah luar biasa, terlebih ia mampu membawa seni tradisi Kethek Ogleng ke panggung nasional," tegas Ardhyan.
"Ini membuktikan siswa madrasah tidak hanya unggul secara akademis dan karakter kepramukaan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya bangsa," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.