Borong Dua Gelar FLS3N, SDN 1 Mendolo Kidul Pacitan Tunjukkan Taji di Tingkat Kecamatan
SDN 1 Mendolo Kidul Pacitan meraih juara seni kriya dan mendongeng di FLS2N Punung lewat miniatur perahu dari limbah organik dan dongeng Kali Baksoka.
PACITAN – SDN 1 Mendolo Kidul mencuri perhatian dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Kamis (9/4/2026).
Bersaing dengan 32 sekolah dasar se-Kecamatan Punung, sekolah ini sukses memborong dua gelar juara dari cabang seni kriya dan mendongeng.
Prestasi tersebut diraih lewat kreativitas siswa yang mengangkat potensi lokal dengan cara berbeda. Tak sekadar tampil memukau di arena lomba, karya yang ditampilkan juga membawa pesan tentang kepedulian lingkungan dan pengenalan sejarah daerah.
Di cabang seni kriya, siswi kelas 5 Belva Ulfatunisa sukses meraih juara 1 melalui karya miniatur bertajuk Perahu Kora-Kora. Yang menarik, karya tersebut dibuat sepenuhnya dari limbah organik yang ditemukan di sekitar lingkungan sekolah.
Di bawah arahan pembimbing Ina Kusumawati, Belva menyusun detail miniatur perahu dengan ketelitian tinggi hingga mampu memikat dewan juri.
“Senang sekali, ternyata hasil karya saya bisa menjadi yang terbaik di tingkat kecamatan,” ujar Belva,Senin (5/4/2026).
Pembimbing seni kriya Ina Kusumawati menegaskan, karya itu sengaja dirancang bukan hanya mengejar nilai estetika, tetapi juga membawa pesan edukatif tentang pengelolaan sampah.
“Tema ini kami ambil untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi. Kami ingin membuktikan bahwa barang yang dianggap sampah bisa memiliki nilai guna dan nilai seni tinggi jika diolah dengan kreativitas,” jelasnya.
Sementara itu, prestasi lain datang dari cabang mendongeng. Najwa Nayla Alfatunisa, yang juga duduk di kelas 5, berhasil meraih juara 3 lewat penampilannya membawakan kisah berjudul Bisikan Kali Baksoka.
Didampingi pembimbing Hefi Selvya Martin, Najwa mengangkat cerita tentang Kali Baksoka, sungai yang berada di sekitar desanya dan dikenal memiliki jejak penting dalam sejarah prasejarah Pacitan.
Lewat cerita tersebut, Najwa ingin mengenalkan warisan sejarah lokal kepada peserta lain.
“Saya ingin teman-teman di Kabupaten Pacitan tahu bahwa desa kami punya sungai purba yang bersejarah. Melalui lomba ini, informasi itu bisa tersampaikan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Mendolo Kidul Eni Saudah, mengapresiasi capaian para siswanya. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan di sekolah tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pengembangan kreativitas dan karakter.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemenang dan seluruh siswa yang berpartisipasi. Di SDN 1 Mendolo Kidul, proses pembelajaran tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan karakter siswa,” ungkapnya.
Capaian tersebut diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi siswa lain untuk terus berkarya dan berani bersaing di ajang yang lebih tinggi, membawa nama sekolah ke level kabupaten hingga provinsi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.