SDN Poko Pacitan Integrasikan Program 'Sekolah Sak Ngajine' Lewat Madin Tahdzibul Ihsan
Langkah ini merupakan respons atas program kolaborasi Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan bersama Kantor Kemenag Pacitan.
PACITAN – SDN Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, mulai mengintegrasikan program 'Sekolah Sak Ngajine' melalui pembentukan Madrasah Diniyah Takmiliyah (Madin) Tahdzibul Ihsan.
Program ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter religius di lingkungan sekolah dasar negeri.
Langkah tersebut merupakan respons atas program kolaborasi Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan yang mendorong penguatan pendidikan keagamaan di sekolah umum.
Melalui Madin Tahdzibul Ihsan, siswa tidak hanya mengikuti pembelajaran umum, tetapi juga mendapatkan pendalaman materi agama Islam secara terstruktur di lingkungan sekolah.
Kurikulum yang diterapkan mencakup pembelajaran tahfidz Juz Amma (Juz 30), baca tulis Al-Quran, serta sejumlah materi dasar keislaman seperti fikih, hadis dan sejarah Islam, akidah akhlak, tauhid, hingga bahasa Arab.
Pembelajaran dilakukan secara terjadwal sebagai bagian dari upaya membangun keseimbangan antara kemampuan akademik dan spiritual siswa.
Salah satu guru Madin Tahdzibul Ihsan, Riki Ardiansah, menilai keberadaan madrasah diniyah di sekolah negeri memberi dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik sejak dini.
“Dengan adanya Madin di SD dapat menanamkan sikap religius untuk anak-anak. Jadi, walaupun mereka bersekolah di sekolah umum, namun tetap menguasai ilmu agama dengan baik,” ujar Riki saat ditemui di sela aktivitas mengajar, Selasa (12/5/2026).
Sementara itu, Kepala SDN Poko, Prawito, mengatakan program tersebut tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan sekolah, tetapi disiapkan sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat kualitas pendidikan.
Menurut dia, kehadiran Madin Tahdzibul Ihsan diharapkan dapat meningkatkan daya tarik sekolah negeri di tengah persaingan dengan lembaga pendidikan berbasis agama seperti madrasah ibtidaiyah maupun pondok pesantren.
Sekolah ingin memberikan pilihan kepada masyarakat bahwa pendidikan agama juga dapat diperkuat di sekolah negeri tanpa mengurangi kualitas pembelajaran umum.
Program Madin di SDN Poko sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi 'Sekolah Sak Ngajine' yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama Kemenag.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan akhlak yang kuat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.