Tarawih Malam ke-25 Disebut Bisa Menghapus Siksa Kubur, Ini Penjelasannya
Tarawih malam ke-25 Ramadan disebut memiliki keutamaan besar: Allah angkat siksa kubur. Termaktub dalam kitab Durrat al-Nasihin, ini jadi momentum perbanyak ibadah di 10 malam terakhir.
JAKARTA – Salat Tarawih pada malam ke-25 Ramadan disebut memiliki keutamaan besar. Dalam sejumlah literatur ulama, orang yang menghidupkan malam tersebut dengan Tarawih diyakini akan dibebaskan dari siksa kubur.
Keterangan itu tercantum dalam kitab Durrat al-Nasihin fi al-Wa’zhi wa al-Irsyad karya Syekh Umar bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari. Kitab nasihat yang cukup populer di kalangan pesantren tersebut memuat penjelasan mengenai keutamaan ibadah pada tiap malam di bulan Ramadan.
Dalam salah satu bagiannya disebutkan:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةِ وَالْعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ عَذَابَ الْقَبْرِ
Artinya: Pada malam kedua puluh lima, Allah akan mengangkat atau menghilangkan siksa kubur darinya.
Penjelasan tersebut sering dikutip dalam kajian-kajian keagamaan selama Ramadan, khususnya ketika umat Islam memasuki sepuluh malam terakhir.
Pesannya sederhana: jangan sampai melewatkan Tarawih, karena setiap malam menyimpan keutamaan yang berbeda.
Dengan kata lain, malam ke-25 menjadi salah satu momentum penting untuk memperbanyak ibadah. Selain Tarawih, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, serta membaca Al-Qur’an.
Itulah salah satu riwayat mengenai pahala dan keutamaan salat Tarawih pada malam ke-25 Ramadan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.