TIMES PACITAN, PACITAN – SMPN 4 Tegalombo Pacitan Satu Atap mulai menerapkan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media utama pembelajaran. Teknologi ini digunakan untuk mendorong kelas yang lebih interaktif dan memudahkan siswa memahami materi.
Kepala SMPN 4 Tegalombo Satu Atap Nur Samsul Huda menegaskan, penggunaan IFP wajib dimaksimalkan oleh seluruh guru. Perangkat tersebut tidak boleh hanya menjadi pelengkap fasilitas sekolah.
“IFP harus dipakai. Saya minta guru berani mengeksplorasi fitur-fitur yang ada agar pembelajaran tidak lagi monoton,” ujar Nur Samsul Huda, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, penerapan teknologi ini menjadi upaya sekolah memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah desa dan kota. Materi yang disampaikan secara visual dinilai lebih mudah dipahami siswa.
Pemanfaatan IFP terlihat pada mata pelajaran IPA. Guru Devi Ika Ruliana menggunakan media visual tiga dimensi saat mengajarkan materi sistem pernapasan manusia. Struktur paru-paru dan proses pertukaran gas ditampilkan melalui simulasi digital.
“Anak-anak lebih cepat paham karena bisa melihat langsung prosesnya,” kata Devi.
Salah satu siswi, Nadia Ekawati, mengaku pembelajaran terasa lebih menarik. “Lebih jelas dan tidak membosankan,” ujarnya.
Penggunaan IFP juga diterapkan di kelas Seni Rupa. Guru Insan Mukti Surgawi memanfaatkan layar interaktif sebagai media menggambar digital. Siswa dapat mencoba berbagai teknik menggambar tanpa kertas.
“Kalau salah bisa langsung diperbaiki. Pilihan alat gambarnya juga banyak,” kata Alzidan, siswa kelas VIII.
Insan menyebut, pengenalan seni digital penting untuk membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Ke depan, SMPN 4 Tegalombo Satu Atap berencana mengintegrasikan IFP ke mata pelajaran lain. Dukungan kepala sekolah dan kreativitas guru menjadi kunci penerapan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah tersebut. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Faizal R Arief |