TIMES PACITAN, PACITAN – SMPN 3 Bandar Pacitan mulai mengintegrasikan program Madrasah Diniyah (Madin) ke dalam aktivitas sekolah sebagai langkah penguatan karakter dan pendidikan keagamaan siswa.
Program ini wajib diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX, dan mulai efektif berjalan pada Senin, 12 Januari 2026.
Integrasi Madin tersebut merupakan bagian dari program unggulan Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal, pihak sekolah menggandeng Madin Tarbiyatul Atfal Desa Jeruk sebagai mitra pelaksana.
Kesepakatan teknis pelaksanaan dibahas dalam pertemuan antara Kepala SMPN 3 Bandar, Jauhari, dengan empat guru Madin Tarbiyatul Atfal yang digelar di lingkungan sekolah. Dari hasil rapat itu, disepakati bahwa kegiatan Madin dilaksanakan di luar jam pelajaran formal.
Jadwal kegiatan dibagi dalam tiga hari berbeda setiap pekan. Siswa kelas VII mengikuti Madin setiap Senin, kelas VIII pada Rabu, dan kelas IX pada Kamis. Seluruh kegiatan berlangsung pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, tepat setelah jam sekolah berakhir.
Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan dasar keagamaan, meliputi pembelajaran membaca Al-Qur’an serta pendalaman fiqih sholat. Materi tersebut dinilai penting sebagai fondasi pembentukan karakter dan spiritualitas siswa.
Kepala SMPN 3 Bandar, Jauhari, menegaskan bahwa program ini tidak sekadar menambah pengetahuan agama, tetapi juga menekankan aspek pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan utamanya agar anak-anak tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga terbiasa mengamalkan ajaran agama dalam keseharian mereka,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Melalui integrasi Madin, SMPN 3 Bandar berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang religius sekaligus membentuk lulusan yang berakhlak, seimbang antara kecerdasan intelektual dan spiritual. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Bambang H Irwanto |