Ramadan 1000 Cahaya, Cara Baznas RI dan Ma’had Aly At-Tarmasi Bahagiakan 63 Anak Yatim Pacitan
Ramadan 1000 Cahaya Baznas RI dan BCB menyapa 63 anak yatim di Pacitan dengan tarawih, khotmil Qur’an, tausiyah, permainan, santunan, dan doa bersama yang hangat.
PACITAN – Program Ramadan 1000 Cahaya yang digelar Baznas RI bersama mahasantri penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) menghadirkan kebahagiaan bagi 63 anak yatim piatu di Gedung Pusat Aba Al Aitam, Tremas, Arjosari, Rabu (4/3/2026) malam.
Bukan sekadar santunan, mereka diajak beribadah, khotmil Qur’an, hingga mendengar mauidzah hasanah dalam suasana hangat dan akrab.
Kegiatan yang dimulai selepas Maghrib hingga sekitar pukul 22.00 WIB itu menjadi bagian dari upaya menyemarakkan malam-malam Ramadan.
Sejak pukul 19.00 WIB, anak-anak sudah duduk rapi mengikuti salat Isya dan Tarawih berjamaah. Lantunan ayat suci mengalun pelan, membuat ruangan terasa lebih teduh.

Sekitar pukul 20.10 WIB, khotmil Qur’an dilanjutkan. Beberapa anak masih mengeja pelan, sebagian lain sudah lebih lancar. Tak ada yang tergesa. Malam itu berjalan apa adanya, sederhana, tapi terasa dekat.
Memasuki pukul 20.30 WIB, suasana berubah lebih cair. Ice breaking dan sesi tanya jawab berhadiah membuat wajah-wajah yang semula tegang mulai mengembang. Tawa kecil sesekali terdengar. Namun nuansa religius tetap terjaga.
Koordinator Mentor BCB, Zanuar Mubin, mengatakan kegiatan ini memang tidak dirancang sebagai acara seremonial semata.
“Ramadan itu momen berbagi. Kami ingin adik-adik bukan hanya menerima santunan, tapi juga merasakan duduk bersama di majelis ilmu, didoakan, dan dikuatkan,” ujarnya.
Menjelang pukul 21.00 WIB, pesan dari Mudir Ma’had Aly At-Tarmasi, KH Luqman Al Hakim Harits Dimyathi, disampaikan melalui Zanuar.

"Intinya jaga hati, perbanyak syukur, dan jangan pernah lelah memuliakan anak yatim," tegasnya.
Pesan itu dikuatkan dengan sabda Rasulullah SAW:
أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا
“Ana wa kāfilul yatīm fil jannati hakadzā.”
(HR. Bukhari)
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa menyayangi anak yatim bukan hanya urusan sosial, melainkan juga jalan meraih kedekatan dengan Nabi di surga.
Menjelang penutupan, doa bersama dipanjatkan. Setelah itu, anak-anak dan para pendamping makan bersama. Menunya sederhana. Suasananya hangat. Tak ada jarak antara tamu dan tuan rumah.
Dalam kesempatan itu, Pimpinan Yayasan Aba Al Aitam, KH Ibnu Salam, menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu malam Ramadan saja.
“Mudah-mudahan cahaya Ramadan ini benar-benar menjadi cahaya masa depan mereka,” tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


