Terungkap! Ulama Pacitan Ini Ternyata Pelajar Pertama Nusantara di Al Azhar Kairo
TIMES Pacitan/Makam KH Abdul Manan Diponegoro di Sarean Gede Semanten Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Terungkap! Ulama Pacitan Ini Ternyata Pelajar Pertama Nusantara di Al Azhar Kairo

KH Abdul Manan Dipomenggolo, ulama Pacitan, tercatat sebagai pelajar Nusantara pertama di Al-Azhar Kairo abad ke-19 dan perintis mata rantai keilmuan ulama pesantren.

TIMES Pacitan,Selasa 24 Februari 2026, 19:33 WIB
492
Y
Yusuf Arifai

PACITANMbah KH Abdul Manan Dipomenggolo, ulama besar asal Pacitan tercatat sebagai pelajar pertama dari Nusantara yang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada pertengahan abad ke-19. 

Dari langkah awalnya itu, jejaring ulama Nusantara tumbuh dan berkelindan hingga melahirkan generasi besar yang berpengaruh di Indonesia dan dunia Islam.

Kunjungan Grand Syaikh Al Azhar, Ahmad Muhammad Ath-Thayyib, ke Indonesia beberapa waktu lalu kembali mengingatkan pada jejak panjang hubungan Indonesia–Mesir. 

Relasi itu bukan sekadar diplomasi modern, melainkan sudah terjalin sejak abad ke-19 melalui jalur pendidikan dan keilmuan.

Salah satu penanda awal hubungan tersebut adalah keberadaan komunitas pelajar Nusantara di kompleks Masjid Al-Azhar sekitar tahun 1850-an. 

Dalam buku Jauh di Mata Dekat di Hati; Potret Hubungan Indonesia–Mesir terbitan KBRI Kairo disebutkan, saat itu telah ada Ruwak Jawi, yakni asrama atau tempat tinggal khusus pelajar asal Nusantara. 

Selain Ruwak Jawi, terdapat pula Ruwak Atrak (Turki), Ruwak Syami (Suriah), dan Ruwak Maghorobah (Maroko).

Di antara nama yang tercatat sebagai generasi awal itu adalah KH Abdul Manan Dipomenggolo dari Tremas, Pacitan. Ia dikenal sebagai pendiri Pesantren Tremas dan kakek dari ulama besar, Mahfudz at-Tarmasi.

Sekitar tahun 1850 M, Abdul Manan belajar langsung kepada Grand Syaikh ke-19 Al-Azhar, Ibrahim al-Bajuri. Sang guru dikenal melalui karya Fath al-Mubin, syarah atas Umm al-Barahin, yang kemudian turut dipelajari di sejumlah pesantren di Indonesia. 

Dari sini tampak bagaimana transmisi ilmu berlangsung: dari Kairo ke Nusantara, lalu mengakar di pesantren-pesantren.

Jejak intelektual Abdul Manan tidak berhenti pada dirinya. Pengembaraan ilmunya dilanjutkan oleh putranya, KH Abdullah, dan cucu-cucunya, seperti Syaikh Mahfudz at-Tarmasi, KH Dimyathi Tremas, serta KH Dahlan Al-Falaki. Mereka menuntut ilmu di Makkah dan menjadi bagian penting dalam mata rantai ulama Nusantara.

Dalam sejumlah manaqib yang dibacakan oleh KH Luqman Harits Dimyathi, diceritakan bahwa Abdul Manan bukan sekadar pelajar biasa. Ia disebut sebagai pelopor jaringan ulama Nusantara pada era 1800-an. Dari tangannya lahir generasi ulama yang bukan hanya menguasai kitab, tetapi juga menulis dan mengajar di berbagai penjuru dunia Islam.

Salah satu cucunya, Mahfudz at-Tarmasi, dikenal luas sebagai ahli hadis dan pernah menjadi imam di Masjidil Haram. Ia juga disebut sebagai pemegang sanad Shahih Bukhari dan Muslim pada masanya. Murid-muridnya antara lain Hasyim Asy'ari, Wahab Hasbullah, dan Bisri Syansuri atau tokoh-tokoh yang kelak mendirikan Nahdlatul Ulama pada 1926.

Tak heran jika Abdul Manan Dipomenggolo kerap disebut sebagai perintis intellectual chains atau mata rantai keilmuan ulama Nusantara. Dari Desa Semanten, Pacitan, ia membuka jalan yang kemudian dilalui generasi demi generasi.

Warisan itu masih terasa hingga kini. Jaringan ulama yang ia rintis menjelma menjadi tradisi keilmuan pesantren yang kuat, mengakar, dan terus melahirkan tokoh-tokoh baru. Sebuah jejak sunyi yang dampaknya justru panjang dan luas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.