Filosofi Bendera Merah Putih 178,45 Meter Melingkar di Pondok Tremas Pacitan
Pembentangan 178,45 meter bendera merah putih di Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan. (Foto: Media for TIMES Indonesia)

Filosofi Bendera Merah Putih 178,45 Meter Melingkar di Pondok Tremas Pacitan

Panjang bendera yang tak biasa tersebut bukan sekadar angka acak, melainkan menyimpan filosofi historis yang sangat mendalam bagi kemerdekaan Indonesia.

TIMES Pacitan,Senin 17 Agustus 2026, 09:44 WIB
389
Y
Yusuf Arifai

PACITANSebuah pemandangan spektakuler dan syarat makna kebangsaan tersaji pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Perguruan Islam Pondok (PIP) Tremas Pacitan, Senin (17/8/2026). 

Usai upacara bendera, para santri membentangkan bendera Merah Putih raksasa sepanjang 178,45 meter yang mengepung melingkar di tengah halaman masjid setempat.

Panjang bendera yang tak biasa tersebut bukan sekadar angka acak, melainkan menyimpan filosofi historis yang sangat mendalam bagi kemerdekaan Indonesia.

Ukuran bendera 178,45 meter merangkum tanggal monumental Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni 17 (tanggal tujuh belas), 8 (bulan delapan/Agustus), dan 45 (tahun 1945).

Pembentangan bendera secara melingkar mengisyaratkan simbol persatuan yang tak terputus, gotong royong, serta benteng pertahanan karakter santri dalam menjaga keutuhan NKRI. 

Filosofi ini menegaskan peran santri yang sejak masa perjuangan hingga hari ini selalu menjadi garda terdepan mengawal Sang Saka Merah Putih.

Tiga Pilar Santri Penjaga NKRI

Pengasuh PIP Tremas Pacitan, KH Muadz Harits Dimyathi, dalam amanatnya menekankan bahwa pembentangan Merah Putih ini selaras dengan bekal moral dan nilai kejuangan yang harus dihidupi setiap santri.

Semuanya bermula dari keberanian untuk Bangkit dari Iman, sebuah ikhtiar memperkuat benteng spiritual melalui keteguhan ibadah dan ketekunan mengaji demi mengikis rasa malas yang membelenggu.

Dari keteguhan jiwa itu, santri diajak untuk Bergerak untuk Umat, menepis sikap pasif agar tak sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus perubahan zaman, melainkan aktif turun tangan menebarkan kepedulian sosial.

Langkah ini pada akhirnya bermuara pada ikhtiar untuk Bermakna untuk Negeri, sebuah komitmen luhur untuk memastikan bahwa setiap karya, peluh, dan tutur kata yang lahir dari rahim pesantren benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa Indonesia.

"Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, 81 tahun pula para santri menjadi garda terdepan menjaga NKRI dengan ilmu, amal, dan akhlak. Sekecil apa pun amal kita, harus berdampak bagi negeri," tegas KH Muadz Harits.

Menyiapkan Pemimpin Masa Depan

Mengusung pesan nabi قَارِبُوا وَسَدِّدُوا (Lakukan semampumu dengan benar dan istiqomah), KH Muadz mengingatkan bahwa konsistensi dalam menjaga integritas almamater dan keutuhan bangsa adalah bentuk nyata pengisian kemerdekaan.

Aksi pembentangan bendera Merah Putih 178,45 meter ini menjadi ikrar visual bahwa dari rahim pesantren Tremas, bakal lahir calon-calon pemimpin masa depan Indonesia yang cerdas, terampil, dan berakhlak mulia.

Upacara ditutup dengan pekik semangat kebangsaan: "Santri At-Tarmasi: Bangkit! Bergerak! Bermakna! Merdeka!" (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.