Diduga Ada Penimbunan Tingkat Pengecer, Disdagnaker Pacitan Usul Tambah Kuota Elpiji 3Kg
TIMES Pacitan/Kepala Disdagnaker Pacitan Acep Suherman mewanti-wanti para pegawai agar tidak menggunakan gas melon 3 kilogram karena itu hanya untuk warga miskin (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Diduga Ada Penimbunan Tingkat Pengecer, Disdagnaker Pacitan Usul Tambah Kuota Elpiji 3Kg

Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pacitan (Disdagnaker Pacitan) mengusulkan penambahan kuota LPG 3 kilogram. Usulan itu muncul setelah muncul keluhan masyarakat terkait ketersediaan gas melon di lapangan.

TIMES Pacitan,Jumat 13 Maret 2026, 15:40 WIB
582
Y
Yusuf Arifai

PACITANDinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pacitan (Disdagnaker Pacitan) mengusulkan penambahan kuota LPG 3 kilogram. Usulan itu muncul setelah muncul keluhan masyarakat terkait ketersediaan gas melon di lapangan.

Kepala Disdagnaker Pacitan Acep Suherman mengatakan, pihaknya sudah mengecek ketersediaan LPG 3 kg ke seluruh agen. Secara umum, stok di tingkat agen disebut masih aman.

Namun, menurut dia, persoalan diduga muncul di tingkat pengecer maupun masyarakat yang membeli lebih dari kebutuhan.

"Persoalannya, ada orang mampu rumahnya punya tiga tabung gas LPG 3 kg diisi semua buat stok, akhirnya mengurangi jatah warga miskin," ujarnya saat ditemui, Jumat (13/3/2026).

Acep menjelaskan, pihaknya saat ini tengah mengusulkan penambahan kuota LPG 3 kg untuk Pacitan. Namun, usulan tersebut tidak disertai angka pasti.

"Saat ini kami sedang usulkan tambah kuota. Kami nggak mengusulkan jumlah, hanya minta penambahan, karena sesuai instruksi BP Migas untuk tidak menyebutkan angka," terangnya.

Terkait keluhan kelangkaan LPG 3 kg, Acep juga menyinggung soal jadwal distribusi yang kadang bergeser. Namun, ia memastikan kondisi itu bukan berarti stok gas benar-benar habis.

"Jika ada keterlambatan pengiriman memang demikian, tapi hanya bergeser jam saja, bukan stok langka. Akhirnya dikira langka, padahal tidak," katanya.

Di sisi lain, Acep memastikan pegawai negeri sipil di lingkungan Disdagnaker Pacitan tidak menggunakan LPG subsidi.

"Kami juga sudah imbau pegawai negeri yang sudah mampu, harus beli yang lima kilogram. Habis ini mau saya sidak," tegasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.