Workshop OBE Digelar, STKIP PGRI Pacitan Perkuat Kompetensi Tim Penyusun Kurikulum
Kegiatan ini digelar sebagai respons atas perubahan pendekatan pendidikan tinggi yang menuntut kurikulum lebih terarah, relevan, dan berdampak terhadap kualitas lulusan.
PACITAN – STKIP PGRI Pacitan memperkuat kapasitas tim penyusun kurikulum melalui workshop desain kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), Jumat (22/5/2026).
Kegiatan itu digelar sebagai respons atas perubahan pendekatan pendidikan tinggi yang menuntut kurikulum lebih terarah, relevan, dan berdampak terhadap kualitas lulusan.
Workshop bertajuk 'Mendesain Kurikulum Berbasis OBE: Bangun Kurikulum yang Terarah, Relevan, dan Berdampak' tersebut berlangsung di ruang pertemuan PLUT Pacitan.
Kegiatan menghadirkan narasumber akademisi dari Universitas Sebelas Maret, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd.

Fokus kegiatan diarahkan untuk memperkuat pemahaman dosen, terutama tim penyusun kurikulum program studi, mengenai implementasi OBE; pendekatan pendidikan yang menempatkan capaian pembelajaran atau outcome sebagai pusat penyusunan sistem pembelajaran.
Ketua STKIP PGRI Pacitan, Bakti Sutopo, mengatakan workshop tersebut menjadi ruang penting untuk membaca dinamika perubahan kurikulum yang terus berkembang di dunia pendidikan tinggi.
“Workshop ini diharapkan menjadi wahana diskusi terkait kurikulum yang selalu mengalami perubahan pendekatan, sekaligus menambah pemahaman tentang penyusunan kurikulum, khususnya yang berbasis OBE,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd. mengulas sejumlah aspek mendasar dalam implementasi OBE di perguruan tinggi.

Mulai dari prinsip desain kurikulum berbasis OBE, implikasi pedagogis dalam proses pembelajaran, peran dosen sebagai fasilitator pembelajaran, hingga mekanisme asesmen yang disesuaikan dengan capaian lulusan.
Tak hanya itu, sesi diskusi juga diarahkan pada praktik implementasi kurikulum OBE di masing-masing program studi.
Para peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait tantangan teknis penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan tuntutan akreditasi.
Sementara itu, Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Dwi Rahayu, menilai materi yang disampaikan memberikan perspektif baru bagi tim penyusun kurikulum di lingkungan kampus.
“Materi yang diberikan memberikan insight baru dan menjawab beberapa pertanyaan terkait kurikulum yang saat ini diberlakukan di program studi,” ungkapnya.
Melalui workshop ini, STKIP PGRI Pacitan berharap proses penyusunan kurikulum di tiap program studi semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu melahirkan lulusan yang kompeten, relevan dengan kebutuhan industri, dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berubah," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.