IAI Attarmasi Pacitan All Out Dukung Transformasi Digital Santri Lewat Pelatihan AI-Robotik
IAI Attarmasi Pacitan gelar pelatihan AI dan robotik bagi santri Pondok Tremas. Program “Transformasi Pesantren Cakap Digital” ini bekali santri keterampilan teknologi tanpa lepas dari nilai keislaman.
PACITAN – Institut Agama Islam Attarmasi (IAI Attarmasi) Pacitan menegaskan komitmennya mendorong transformasi digital di lingkungan pesantren. Sikap itu ditunjukkan dengan menjadi tuan rumah pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robotik bagi santri Pondok Tremas.
Wakil Rektor Pelaksana Harian IAI Attarmasi Pacitan, Dr Ali Mufron, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial. Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pesantren agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Sebagai tuan rumah, IAI Attarmasi menyatakan dukungan penuh terhadap program pelatihan AI dan Robotik bagi para santri, yang dilaksanakan oleh ARKAI. Program ini menjadi langkah strategis dalam membekali santri dengan keterampilan teknologi yang relevan di era digital, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren,” ujar Ali Mufron, Selasa (28/4/2026).
Pelatihan berlangsung dua hari, Senin (27/4/2026) hingga Selasa (28/4/2026), di aula Multipurpose IAI Attarmasi. Kegiatan ini masuk dalam rangkaian kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Pondok Pesantren Tremas.
Ali Mufron menilai pesantren tidak boleh lagi berada di pinggiran arus teknologi. Penguasaan AI dan robotik, kata dia, menjadi kebutuhan agar santri mampu bersaing tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Pelatihan ini tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga mendorong kreativitas dan inovasi santri. Diharapkan, kemampuan tersebut memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan maupun masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari gerakan “Transformasi Pesantren Cakap Digital” yang diinisiasi Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Gerakan ini mendorong pesantren beradaptasi tanpa meninggalkan nilai dasar akhlakul karimah.
Sementara itu, Ketua Majelis Ma’arif Perguruan Islam Pondok Tremas, KH Luqman Harits Dimyathi, menekankan pentingnya kesiapan santri menghadapi perkembangan teknologi.
“Perkembangan teknologi, termasuk AI dan robotika, merupakan bagian dari sunnatullah yang tidak dapat kita hindari. Kita harus menyikapinya dengan kesiapan mental dan keilmuan yang mumpuni,” tegasnya.
Ia mengingatkan, pendalaman ilmu agama (tafaqquh fiddin) harus diiringi kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman.
“Santri tidak boleh hanya terpaku pada teks keagamaan secara an-sich, tetapi juga harus adaptif. Penguasaan teknologi adalah wasilah bagi santri untuk berkontribusi lebih luas dan membawa kemaslahatan bagi umat di era digital ini,” imbuhnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat materi pemanfaatan Microsoft Copilot AI, etika penggunaan AI, serta penguatan kecerdasan spiritual (Spiritual Intelligence/SQ).
Selama pelatihan, santri juga diajak memahami AI sebagai alat peningkat produktivitas, mulai dari analisis data hingga penyusunan dokumen secara efisien.
“AI mampu menyederhanakan analisis data rumit hingga menyusun draf dokumen berkualitas dalam hitungan detik. Dengan integrasi Microsoft 365, kami bisa lebih fokus pada aspek kreatif dan pengambilan keputusan, sementara tugas administratif yang repetitif dapat didelegasikan ke AI,” papar Kepala Deputi Media & Komunikasi Asosiasi Robotika dan Kecerdasan Artificial Indonesia (ARKAI), Dwi Puji, dalam sambutannya.
Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga melek teknologi. Mereka diharapkan mampu memanfaatkan AI secara bertanggung jawab dan beretika.
Dukungan IAI Attarmasi menjadi penanda pesantren mulai bergerak lebih progresif demi menjaga tradisi, sekaligus membuka diri pada inovasi untuk menjawab tantangan masa depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.