Hati Bersalam, Cara SDN 2 Widoro Pacitan Perkuat Karakter Religius Siswa
Siswa SDN 2 Widoro mengikuti pembiasaan pagi dengan melantunkan Asmaul Husna dan hafalan surat pendek di lingkungan sekolah. (FOTO: Hermin Yustiana for TIMES Indonesia)

Hati Bersalam, Cara SDN 2 Widoro Pacitan Perkuat Karakter Religius Siswa

SDN 2 Widoro Pacitan membangun karakter religius siswa lewat program Hati Bersalam dengan hafalan surat pendek, doa harian, Asmaul Husna, dan kajian Islami setiap pagi.

TIMES Pacitan,Kamis 7 Mei 2026, 15:46 WIB
336
Y
Yusuf Arifai

PACITANSDN 2 Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan punya cara sederhana menanamkan karakter religius kepada siswanya. Melalui program pembiasaan pagi bertajuk Hati Bersalam, siswa diajak mengawali hari dengan hafalan surat pendek, doa harian, hingga kajian Islami.

Kegiatan yang digelar rutin setiap Rabu dan Kamis itu membuat suasana sekolah terasa berbeda. Sebelum bel masuk berbunyi, lantunan Asmaul Husna dan hafalan ayat suci Al-Qur’an terdengar dari koridor sekolah.

Hati Bersalam merupakan akronim dari Hafalan Rutin Bersama dan Kajian Islami. Program ini dirancang untuk membentuk lingkungan belajar yang religius, tertib, sekaligus melatih kemandirian siswa.

Dalam pelaksanaannya, siswa secara mandiri melafalkan hafalan surat pendek, doa harian, serta Asmaul Husna. Kegiatan juga dilengkapi kajian Islami ringan yang disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak.

Kepala SDN 2 Widoro, Dian Hendibuan, mengatakan program tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

“Kami berharap kegiatan Hati Bersalam menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam membentuk karakter religius peserta didik. Melalui pembiasaan hafalan dan kajian Islami setiap pagi, anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, dan santun dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Menurut dia, kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan penguatan spiritual, terutama di tengah tantangan perkembangan zaman.

Manfaat program itu mulai terlihat dari meningkatnya hafalan siswa serta tumbuhnya kebiasaan positif di lingkungan sekolah.

Guru Pendidikan Agama Islam SDN 2 Widoro, Evi Nur Mitayani, menilai pendekatan belajar agama yang dikemas ringan membuat siswa lebih antusias.

“Kegiatan ini menjadi sarana yang menyenangkan bagi siswa untuk belajar agama sejak pagi hari. Anak-anak terlihat sangat semangat menghafal doa, surat pendek, dan memahami nilai-nilai Islami sederhana yang dapat langsung mereka terapkan,” katanya.

Melalui program ini, SDN 2 Widoro terus memperkuat pendidikan karakter dengan membiasakan nilai-nilai religius sejak dini. Sekolah berharap kebiasaan tersebut terbawa hingga kehidupan sehari-hari siswa di rumah maupun lingkungan masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.