SDN Ngadirejan Pacitan Diserbu Pendaftar, Program Sekolah Sak Ngajine Jadi Magnet
Sekolah yang beberapa tahun terakhir hanya mampu menjaring sekitar 10 murid baru setiap tahun itu kini mulai dipadati calon siswa hanya dalam hitungan hari sejak pendaftaran dibuka.
PACITAN – SDN Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, mendadak kebanjiran pendaftar pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah yang beberapa tahun terakhir hanya mampu menjaring sekitar 10 murid baru setiap tahun itu kini mulai dipadati calon siswa hanya dalam hitungan hari sejak pendaftaran dibuka.
Lonjakan ini tak lepas dari gebrakan program 'Sekolah Sak Ngajine' yang jadi daya tarik baru di tengah persaingan sekolah dasar.
Perubahan drastis tersebut menjadi sinyal positif kebangkitan sekolah negeri di wilayah tersebut.
Kepercayaan masyarakat yang kembali tumbuh disebut sebagai hasil dari pembenahan internal dan inovasi pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan orang tua saat ini.
Kepala SDN Ngadirejan Jumelan, mengatakan antusiasme masyarakat tahun ini di luar perkiraan pihak sekolah.
Menurutnya, capaian itu merupakan buah dari ikhtiar panjang para guru dalam merancang program yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga penguatan karakter siswa.
“Alhamdulillah, setelah dibuka pendaftaran murid baru, ternyata baru beberapa hari saja sudah memperoleh banyak calon murid baru,” ujar Jumelan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026).
"Hal ini karena hasil kerja keras guru melakukan inovasi di sekolah, mulai dari program SSN (Sekolah Sak Ngajine) sampai berbagai ekstrakurikuler seperti hadroh, drumben, karawitan dan pramuka," imbuhnya.
Program Sekolah Sak Ngajine atau SSN menjadi inovasi unggulan yang kini diandalkan sekolah. Program ini dirancang untuk memadukan pendidikan formal dengan pembiasaan religius dalam aktivitas belajar sehari-hari.
Menurut Jumelan, sekolah ingin melahirkan lulusan yang tak sekadar unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi moral yang kuat sejak dini.
“Gagasan Sekolah Sak Ngajine menekankan penguatan karakter melalui pembiasaan disiplin, kejujuran, dan kepedulian sosial. Target kami, siswa tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Respons positif juga datang dari komite sekolah. Ketua Komite SDN Ngadirejan Muhammad Ridwan mengaku terharu melihat perkembangan sekolah yang menurutnya sempat berada dalam fase sulit karena minim siswa baru.
“Kami sangat bersyukur. Beberapa tahun terakhir SDN Ngadirejan hanya memperoleh sedikit murid, rata-rata sekitar 10 orang setiap tahun. Namun sekarang, kami mengalami kenaikan yang sangat signifikan,” ungkapnya.
Tak hanya mengandalkan pendekatan religius, SDN Ngadirejan juga menawarkan beragam kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi nilai tambah.
Mulai hadroh, karawitan, drumben hingga pramuka, seluruhnya dirancang untuk mengasah bakat sekaligus membentuk karakter anak.
Kombinasi pendidikan berbasis karakter, sentuhan religius, serta pelestarian budaya lokal itu membuat SDN Ngadirejan perlahan menghapus keraguan masyarakat.
Tren positif pada SPMB tahun ini sekaligus menandai kebangkitan sekolah tersebut sebagai salah satu pilihan pendidikan dasar yang mulai diperhitungkan di Pacitan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.