Siswa Sekolah Alam Pacitan Jadi Mentor Pengelolaan Sampah di Museum dan Galeri SBY*ANI
Siswa Sekolah Alam Pacitan mempresentasikan praktik pengelolaan sampah saat menjadi mentor dalam kegiatan edukasi lingkungan di Museum dan Galeri SBY*ANI, Jumat (8/5/2026). (Foto: Anindhita for TIMES Indonesia)

Siswa Sekolah Alam Pacitan Jadi Mentor Pengelolaan Sampah di Museum dan Galeri SBY*ANI

Di hadapan jajaran pengelola museum, siswa Sekolah Alam Pacitan memaparkan pola pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan di lingkungan sekolah.

TIMES Pacitan,Senin 11 Mei 2026, 15:00 WIB
945
Y
Yusuf Arifai

PACITANEmpat siswa Sekolah Alam Pacitan dipercaya menjadi narasumber dalam presentasi praktik baik pengelolaan sampah yang digelar tim Museum dan Galeri SBY*ANI Kabupaten Pacitan, Sabtu (9/5/2026).

Kehadiran para siswa tersebut menjadi bukti pengakuan atas konsistensi sekolah dalam menerapkan pendidikan berbasis lingkungan.

Dalam kegiatan bertajuk 'The Savior: Save Environment Together' itu, empat delegasi yang tampil yakni Aksamala Kenyar Maera, Atma Al Hafizh, Hafizah Farzana Maheswari, dan Rayi Indrakila.

Di hadapan jajaran pengelola museum, mereka memaparkan pola pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan di lingkungan sekolah.

Mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan limbah, hingga pembiasaan menjaga ekosistem sekolah secara berkelanjutan.

Presentasi pun berlangsung interaktif. Para siswa tampil percaya diri menjelaskan praktik yang telah mereka jalankan sehari-hari.

Kepala Sekolah Alam Pacitan, Bangun Naruttama, menyebut kepercayaan tersebut menjadi indikator bahwa pendidikan karakter berbasis lingkungan mulai menunjukkan hasil nyata.

article

“Ini adalah bukti nyata bahwa kurikulum berbasis alam bukan sekadar teori di kelas. Ketika anak-anak mampu mempresentasikan praktik baik ini di lembaga seperti Museum SBY*ANI, itu artinya karakter peduli lingkungan sudah tertanam kuat,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi serupa dapat mendorong lebih banyak lembaga untuk mulai serius membangun budaya ramah lingkungan.

“Kami berharap kolaborasi ini menjadi pemantik semangat bagi instansi lain untuk mulai bergerak bersama menjaga lingkungan,” tambahnya.

Guru pendamping, Maya Nurhidayati, mengatakan keterlibatan siswa dalam forum tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.

Menurutnya, anak-anak perlu diberi ruang untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman mereka secara langsung.

“Anak-anak sangat antusias berbagi bagaimana pengelolaan sampah bisa menjadi sesuatu yang bernilai. Mereka berbicara dengan data sekaligus pengalaman yang mereka jalani sendiri,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan apresiasi dari para staf museum. Tepuk tangan meriah mengiringi akhir presentasi para siswa.

Partisipasi ini sekaligus menegaskan posisi Sekolah Alam Pacitan sebagai salah satu sekolah yang konsisten membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini melalui praktik nyata, bukan sekadar pembelajaran di ruang kelas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.