Busana Ramah Lingkungan Antar Kepala SMKN Pringkuku Pacitan Raih Medali Perak Internasional
Kepala SMKN Pringkuku Indra Prastowo raih perak IIEF 2026 di Malaysia lewat inovasi pembelajaran busana ramah lingkungan berbasis STEAM dan ekonomi sirkular.
PACITAN – Kepala SMKN Pringkuku Indra Prastowo membawa pulang medali perak dari ajang International Invention & Innovative Exhibition (IIEF) 2026 di Malaysia.
Penghargaan itu diraih lewat inovasi pembelajaran busana ramah lingkungan yang menggabungkan pendekatan STEAM dengan prinsip ekonomi sirkular.
Ajang yang digelar oleh Kolej Mara Kulim tersebut mempertemukan inovator dari berbagai negara dalam kategori Lecturer, Teacher, Professional, and Open.
Meski berlangsung secara hybrid, persaingan tetap ketat karena diikuti peserta lintas disiplin.
Indra menjelaskan, gagasannya berangkat dari kebutuhan mendesak dunia pendidikan vokasi untuk lebih adaptif terhadap isu lingkungan.
Ia mengembangkan model pembelajaran di jurusan Desain dan Produksi Busana yang tidak hanya mengejar estetika, tetapi juga keberlanjutan.
“Inti dari inovasi ini adalah bagaimana siswa tidak hanya menciptakan karya busana yang indah, tetapi juga memahami siklus produksi yang berkelanjutan untuk meminimalisir limbah dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya melalui pendekatan sains dan teknologi,” ujar Indra, Jumat (10/4/2026).

Model tersebut diterapkan dalam skema Teaching Factory (TeFa), yang selama ini menjadi tulang punggung pembelajaran vokasi di SMK. Di dalamnya, siswa diajak merancang produk, mengolah bahan, hingga memikirkan ulang limbah produksi agar bisa dimanfaatkan kembali.
Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan ditegaskan harus mampu mengembangkan potensi peserta didik agar adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain itu, penguatan pendidikan vokasi juga dipertegas dalam Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi, yang mendorong link and match dengan kebutuhan industri, termasuk tren industri hijau.
Tak berhenti di situ, konsep ekonomi sirkular yang diusung juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menekankan pentingnya pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali sumber daya.
Prestasi ini melanjutkan capaian SMKN Pringkuku yang pada 2025 ditetapkan sebagai Sekolah Pusat Keunggulan (PK). Status tersebut kini mulai menunjukkan dampaknya, terutama dalam mendorong lahirnya inovasi dari para pendidik
Bagi dunia pendidikan di daerah, capaian ini menjadi sinyal bahwa sekolah di luar kota besar pun punya peluang yang sama untuk tampil di panggung global. Apalagi, isu keberlanjutan kini menjadi perhatian utama dunia industri, termasuk sektor fashion
Lebih dari sekadar medali, keberhasilan ini memperlihatkan arah baru pendidikan vokasi yang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga kreatif, inovatif, dan peduli lingkungan. Dari Pacitan, inovasi itu kini dilirik dunia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.