Inovasi ‘SI CANTIK’ SDN 1 Gedompol Pacitan Dongkrak Literasi Digital Siswa
SDN 1 Gedompol Pacitan kembangkan SI CANTIK, inovasi literasi digital berbasis Chromebook untuk meningkatkan minat baca, keterampilan teknologi, dan kepemimpinan siswa.
PACITAN – SDN 1 Gedompol, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, mengembangkan inovasi literasi berbasis teknologi bernama SI CANTIK (LiteraSI Cerdaskan ANak didukung Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk meningkatkan minat baca sekaligus keterampilan digital siswa. Program tersebut kini menjadi salah satu penopang pembelajaran di sekolah.
Inovasi yang digagas tenaga pendidik SDN 1 Gedompol, Murdiyanto, lahir dari persoalan rendahnya minat baca siswa. Pendekatan literasi konvensional dinilai belum cukup menarik perhatian anak, sehingga sekolah mulai mengintegrasikan teknologi ke dalam kebiasaan membaca.
Melalui program tersebut, siswa memanfaatkan Chromebook sebagai sarana literasi digital yang terhubung dengan aktivitas belajar sehari-hari.
“Inovasi SI CANTIK ini dapat muncul karena kegundahan tentang rendahnya minat siswa dalam membaca. Dari situ, saya berupaya mencari suatu kegiatan yang dapat memicu semangat siswa dalam literasi membaca,” ujar Murdiyanto.
Menurut dia, pemanfaatan perangkat digital di sekolah menjadi peluang untuk membangun budaya baca dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian siswa.
“Salah satu kegiatan yang sangat diminati siswa adalah literasi digital melalui sarana yang ada di sekolah, yaitu Chromebook. Dengan memanfaatkan aset yang ada di sekolah secara optimal, ternyata mampu menghasilkan output yang luar biasa,” katanya.

Program tersebut telah mendapat pengakuan di tingkat daerah. SI CANTIK mengantarkan Murdiyanto meraih Juara II Pacitan Innovation Award kategori ASN pada 2025.
Kepala SDN 1 Gedompol, Nariyanto, mengatakan inovasi itu tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membangun karakter dan kemandirian belajar.
“Inovasi SI CANTIK kami proyeksikan sebagai solusi ampuh untuk melejitkan keterampilan siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Selasa (26/5/2026).
Ia menilai keberhasilan program ditentukan keterlibatan seluruh warga sekolah serta pemanfaatan fasilitas pendidikan yang tersedia secara maksimal.
“Melalui kolaborasi di segala lini dan pemanfaatan seluruh aset yang ada, inovasi SI CANTIK ini tidak hanya akan membawa dampak positif, tetapi juga mampu membentuk student agency atau kepemimpinan murid yang kuat,” tambahnya.
Sejak diterapkan, sekolah mencatat sejumlah perubahan pada siswa. Minat baca meningkat melalui akses bahan bacaan digital, kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi berkembang, dan capaian literasi dalam Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) menunjukkan peningkatan.
Akses informasi yang lebih luas melalui perangkat digital juga dinilai membantu membuka wawasan siswa terhadap berbagai pengetahuan di luar lingkungan sekitar.
Melalui SI CANTIK, SDN 1 Gedompol mencoba menjawab tantangan pendidikan di era digital dengan pendekatan sederhana: memanfaatkan teknologi sekolah untuk membangun budaya literasi sejak dini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.