TIMES PACITAN, PACITAN – Di SMPN 5 Pacitan Satu Atap, pendidikan karakter tidak selalu dimulai dari buku pelajaran. Setiap Kamis, siswa justru diajak belajar dari hal paling dasar: menjaga kebersihan lingkungan sekolah melalui program KaSih (Kamis Bersih).
Program ini digagas Kepala SMPN 5 Pacitan Satu Atap, Arif Triatmoko, sebagai upaya membangun karakter siswa lewat kebiasaan sederhana namun konsisten.
Bagi Arif, kebersihan bukan sekadar urusan rapi atau indah dipandang, tetapi fondasi penting terciptanya suasana belajar yang aman dan nyaman.

Setiap Kamis pagi, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, siswa menyisir seluruh area sekolah. Mulai dari ruang kelas, kolong meja, halaman, hingga area publik di lingkungan sekolah. Mereka membersihkan, memilah sampah, dan memastikan ruang belajar siap digunakan.
“Program KaSih kami rancang agar siswa terbiasa menyiapkan lingkungan belajarnya sendiri. Kalau lingkungannya bersih dan nyaman, belajar di mana pun akan terasa lebih menyenangkan,” ujar Arif, Kamis (8/1/2025).

Melalui kegiatan ini, siswa dilatih bertanggung jawab, tidak hanya pada sampahnya sendiri, tetapi juga terhadap lingkungan bersama. Sekolah ingin memutus anggapan bahwa kebersihan adalah tugas petugas kebersihan semata. Sebaliknya, seluruh warga sekolah memiliki peran yang sama.
Dari kebiasaan tersebut, sekolah menargetkan lahirnya karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan, disiplin menjaga kebersihan tanpa harus diingatkan, serta adaptif dalam menciptakan ruang belajar yang nyaman di mana pun berada.
Konsep ini selaras dengan gagasan “belajar di mana saja” yang kini banyak diusung dalam pendidikan modern. Dengan lingkungan yang terawat, teras kelas atau taman sekolah dapat berubah menjadi ruang belajar alternatif yang lebih segar. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |