TIMES PACITAN, PACITAN – SMPN 2 Bandar Pacitan mengubah lahan kosong di lingkungan sekolah menjadi kebun buah produktif. Program ini ditujukan untuk menambah asupan gizi siswa sekaligus menanamkan kemandirian dan kepedulian lingkungan sejak dini.
Kepala SMPN 2 Bandar, Hadi Wijanarko, mengatakan pemanfaatan lahan tersebut bukan sekadar penghijauan. Sekolah secara sadar memilih menanam pohon buah produktif sebagai bagian dari strategi pendidikan dan dukungan terhadap program Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna.
“Kami ingin lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan menjadi bernilai guna. Anak-anak terlibat langsung menanam dan merawat pohon buah. Dari situ mereka belajar proses, kesabaran, dan tanggung jawab,” kata Hadi, Senin (5/1/2026).
Melalui konsep kebun buah sebagai laboratorium hidup, siswa tidak hanya menerima teori di kelas. Mereka diajak praktik berkebun, mengenal ekosistem, serta membangun kedekatan dengan alam di lingkungan sekolah sendiri.

Hadi menjelaskan, hasil panen nantinya diprioritaskan untuk dikonsumsi siswa sebagai tambahan nutrisi. Jika panen melimpah, buah akan dijual dan hasilnya dikelola kembali untuk mendukung kebutuhan operasional maupun pengembangan sekolah.
Program ini mendapat respons positif dari para wali murid. Orang tua menilai kegiatan berkebun memberi keterampilan dasar yang berguna sekaligus membentuk karakter anak agar lebih peduli pada lingkungan.
Dengan dukungan dinas pendidikan, keterlibatan sekolah, dan kepercayaan orang tua, SMPN 2 Bandar Pacitan menanam investasi jangka panjang. Bukan hanya dalam bentuk pohon buah, tetapi juga karakter siswa yang lebih mandiri dan sadar akan pentingnya kelestarian alam. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: SMPN 2 Bandar Pacitan Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Buah untuk Gizi Siswa
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Deasy Mayasari |