Sambut Semester Genap, IAI Attarmasi Pacitan Fokus Reorientasi Kurikulum dan Akademik
Pembukaan perkuliahan semester genap 2026-2027 IAI Attarmasi Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Sambut Semester Genap, IAI Attarmasi Pacitan Fokus Reorientasi Kurikulum dan Akademik

IAI Attarmasi Pacitan perkuat reorientasi akademik dengan kurikulum OBE, SDM dosen, dan budaya publikasi ilmiah.

TIMES Pacitan,Kamis 2 April 2026, 16:12 WIB
198
Y
Yusuf Arifai

PACITANIAI Attarmasi Pacitan memanfaatkan momentum halal bihalal Idulfitri, Kamis (2/4/2026), untuk mempertegas reorientasi akademik memasuki semester genap dengan pembaruan kurikulum berbasis outcome (OBE), peningkatan kualitas SDM dosen, serta penguatan budaya publikasi ilmiah.

Wakil Rektor Pelaksana Harian, Dr. Ali Mufron, menyampaikan bahwa capaian semester ganjil menjadi pijakan untuk langkah berikutnya. Evaluasi internal menunjukkan sebagian besar program berjalan sesuai rencana, namun tantangan ke depan menuntut akselerasi yang lebih terukur.

Salah satu agenda utama adalah penyusunan kurikulum outcome-based (OB) yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Tim akademik saat ini tengah merampungkan desainnya. Kurikulum tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan tiga pilar utama: literasi digital, kewirausahaan, dan kontekstualisasi keislaman.

Menurut Ali Mufron, ketiga komponen itu tidak bisa berdiri sendiri. Digitalisasi dan kewirausahaan, kata dia, memerlukan fondasi nilai agar tidak kehilangan arah. Di titik itulah, perspektif keislaman menjadi kerangka etik sekaligus epistemik dalam pengembangan kurikulum.

article

“Integrasi ini yang kita sebut sebagai integrasi-transendensi. Bukan sekadar adaptif terhadap zaman, tapi juga tetap berakar,” jelasnya.

Dari sisi kelembagaan, ia menilai kapasitas sumber daya manusia di IAI Attarmasi sudah cukup untuk menopang peningkatan status institusi. 

Optimisme menuju transformasi menjadi universitas pun mulai mengemuka, meski tetap membutuhkan penguatan pada aspek kualifikasi dosen.

Karena itu, ia mendorong percepatan studi lanjut doktoral (S3) bagi dosen. Kesempatan beasiswa, baik dalam negeri maupun luar negeri, diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal. Kampus, sejauh ini, baru dapat memberikan dukungan administratif berupa rekomendasi.

Selain kurikulum dan SDM, perhatian juga diarahkan pada penguatan budaya akademik. Ia menekankan pentingnya mengubah pola tugas mahasiswa dari sekadar pemenuhan kewajiban menjadi produk ilmiah yang berkelanjutan.

Makalah mahasiswa, menurutnya, perlu diarahkan menjadi artikel yang layak publikasi. Jika dikelola secara konsisten, ia optimistis dalam dua tahun ke depan IAI Attarmasi Pacitan dapat memiliki jurnal terakreditasi Sinta.

“Yang penting konsisten. Jangan berhenti di formalitas kelas,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengumuman akademik oleh Wakil Rektor I, Achmad Ridlowi dan Wakil Rektor II, Rifki Hamiyal Hadi. Acara ditutup dengan doa bersama yang diikuti jajaran dekan, kaprodi, dosen, serta seluruh civitas akademika IAI Attarmasi Pacitan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.