Siswa SDN 1 Bomo Pacitan Ubah Galon Bekas Jadi Pot Bunga
Siswa kelas 6 SDN 1 Bomo Pacitan menyulap galon bekas jadi pot bunga estetik sebagai ujian Seni Rupa, melatih kreativitas, kerja sama, dan kepedulian lingkungan sejak dini.
PACITAN – Siswa kelas 6 SDN 1 Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, memanfaatkan galon bekas air mineral menjadi pot bunga estetik dalam ujian praktik mata pelajaran Seni Rupa. Karya tersebut diselesaikan selama dua hari sebagai bagian pembelajaran kreativitas sekaligus kepedulian lingkungan.
Galon plastik yang biasanya menjadi limbah disulap menjadi pot bunga dengan berbagai bentuk dan warna. Setelah selesai dihias, pot kemudian digunakan untuk menanam bunga di lingkungan sekolah.
Kepala SDN 1 Bomo, Rina Wirasmawati, mengapresiasi kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang memiliki nilai guna.
“Pemanfaatan galon bekas air mineral sebagai pot bunga merupakan ide yang sangat kreatif dan bermanfaat. Selain membantu mengurangi sampah plastik, kegiatan ini juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan cara sederhana namun bernilai guna tinggi,” ujar Rina Wirasmawati saat meninjau kegiatan siswa, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.
“Pot bunga dari galon bekas dapat mempercantik lingkungan sekaligus menumbuhkan sikap hemat, peduli, dan inovatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang bernilai,” imbuhnya.
Guru kelas 6 SDN 1 Bomo, Anik Suranti, mengatakan proses pembuatan dilakukan bertahap, mulai membuat pola, memotong galon, hingga pengecatan sebelum digunakan sebagai media tanam.
“Proses ini berlangsung selama dua hari karena kami harus menunggu catnya benar-benar menjadi kering sebelum masuk ke tahap akhir,” jelas Anik Suranti.
Setelah pot selesai, siswa melanjutkan kegiatan dengan menanam bunga sebagai bagian akhir praktik.
Anik menyebut kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar penilaian praktik, tetapi juga untuk melatih kreativitas dan tanggung jawab siswa.

“Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas dan keterampilan siswa, tetapi juga menanamkan sikap peduli lingkungan serta kemampuan memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang bermanfaat dan bernilai estetis,” tuturnya.
Ia menilai para siswa menunjukkan semangat dan kerja sama selama proses berlangsung.
“Melalui kegiatan ini, siswa menunjukkan semangat, tanggung jawab, dan kerja sama yang baik dalam menyelesaikan tugas praktik dengan hasil yang membanggakan,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.