TIMES PACITAN, PACITAN – Alih-alih menghabiskan libur sekolah dengan rebahan, siswa SMPN 2 Donorojo, Kabupaten Pacitan justru mengisinya dengan proyek literasi kreatif.
Melalui Proyek Mading Liburan, para siswa diminta membaca buku perpustakaan lalu menuangkannya dalam bentuk majalah dinding (mading) yang informatif dan menarik.
Program ini mewajibkan setiap siswa meminjam satu buku sebagai bahan utama. Buku tersebut tidak hanya dibaca, tetapi diringkas, diolah, dan divisualkan menjadi mading kelompok yang dikerjakan selama masa liburan.
Guru Informatika SMPN 2 Donorojo, Arif Budianto, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menjaga ritme belajar siswa di luar jam sekolah formal, sekaligus memberi ruang berekspresi.

“Tujuannya sederhana: liburan tetap terisi, literasi tetap jalan. Kami ingin ada karya nyata yang dihasilkan siswa selama libur sekolah,” ujar Arif, Selasa (6/1/2026).
Proyek mading ini terintegrasi dengan penilaian mata pelajaran Informatika dan Bahasa Indonesia. Dari sisi Informatika, siswa ditantang memanfaatkan perangkat teknologi dalam proses desain, mulai dari pemilihan tata letak hingga visualisasi konten.
“Anak-anak belajar mendesain mading yang rapi dan menarik, memahami alat yang digunakan, serta bekerja sama dalam kelompok. Ini masuk ke penilaian akademik sekaligus karakter,” tambahnya.
Bagi siswa, tugas liburan ini memberi pengalaman berbeda. Aulia Anjani mengaku lebih menikmati liburan dengan aktivitas bersama teman dibanding hanya berdiam di rumah. “Bisa kumpul, dapat uang jajan, sambil ngerjain bareng teman. Lebih seru daripada di rumah bosan,” katanya, Rabu (7/1/2026).
Meski begitu, tantangan tetap ada. Menurut Aulia, menentukan konsep agar mading tampil berbeda bukan perkara mudah.
Hal serupa disampaikan Adinda Liva. Ia menyebut kesulitan utama justru terletak pada menyatukan ide dalam kelompok. “Yang susah itu nyatuin pendapat. Mulai dari tema, gambar, sampai tata letak. Bisa lama debatnya,” ujarnya.
Walau harus berkoordinasi secara daring dan sesekali datang ke sekolah untuk pengerjaan fisik mading, Adinda mengaku puas dengan hasil akhirnya. “Capek, tapi pas jadi rasanya senang,” katanya.
Dengan pendekatan proyek kreatif, SMPN 2 Donorojo berhasil mengubah tugas liburan menjadi ruang kolaborasi, sekaligus membiasakan siswa tetap produktif selama masa libur sekolah. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |