https://pacitan.times.co.id/
Pendidikan

Kantin Kejujuran Matahati, Cara SMPN 3 Pringkuku Pacitan Tanamkan Integritas Sejak Dini

Kamis, 08 Januari 2026 - 13:47
Kantin Kejujuran Matahati, Cara SMPN 3 Pringkuku Pacitan Tanamkan Integritas Sejak Dini Integritas siswa SMPN 3 Pringkuku Pacitan ditandai dengan memilih dan membeli makanan secara jujur. (FOTO: Bakti Ekawati for TIMES Indonesia)

TIMES PACITAN, PACITANSMPN 3 Pringkuku, Kabupaten Pacitan konsisten menanamkan nilai kejujuran kepada siswa melalui Kantin Kejujuran Matahati, sebuah program pendidikan karakter yang telah berjalan selama 14 tahun tanpa penjaga kasir. Siswa mengambil makanan, membayar, dan mengambil kembalian secara mandiri, tanpa pengawasan langsung.

Kantin ini menjadi bagian dari praktik nyata pendidikan antikorupsi di sekolah. Tidak sekadar tempat membeli jajanan, Kantin Matahati dirancang sebagai sarana melatih integritas dan tanggung jawab siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut mulai dijalankan pada 2012. Awalnya, kantin hanya menempati ruang sempit di Laboratorium IPA yang disekat triplek. Seiring waktu dan dukungan hibah daerah, pada 2026 kantin ini telah memiliki ruang sendiri di lantai dua gedung sekolah, berdampingan dengan ruang kantor guru.

SMPN-3-Pringkuku-Pacitan-a.jpgSiswa membayar dan mengambil kembalian uang sendiri. (FOTO:  Bakti Ekawati for TIMES Indonesia)

“Kejujuran tidak cukup diajarkan, tapi harus dilatih. Kantin ini menjadi alat ukur bagaimana siswa mempraktikkan nilai itu,” kata Bendahara Kantin Kejujuran SMPN 3 Pringkuku, Nurul Hanifah.

Menurut Nurul, penempatan kantin dipilih agar tetap terpantau secara umum, namun tidak mengganggu aktivitas kantin sekolah lain yang dikelola secara konvensional.

Keberlangsungan Kantin Matahati didukung oleh sinergi tiga unsur. Komite sekolah bertugas menyusun rencana anggaran dan melakukan pengawasan keuangan.

SMPN-3-Pringkuku-Pacitan-b.jpg

Pihak sekolah membentuk kepengurusan dari unsur guru dan tenaga administrasi untuk mengelola pengadaan serta distribusi. Sementara siswa menjadi subjek utama yang menjalankan praktik kejujuran itu sendiri.

Kepala SMPN 3 Pringkuku, Wangsit Kurniawan, mengatakan keberhasilan program ini tidak diukur dari keuntungan materi, melainkan dari dampaknya terhadap perilaku siswa. “Target kami bukan laba, tetapi karakter. Ukurannya adalah bagaimana siswa membawa nilai kejujuran ini ke rumah dan lingkungan sosial mereka,” ujarnya.

Dari sisi siswa, kantin ini dinilai memberi manfaat ganda. Selain menyediakan makanan yang lebih terkontrol kesehatannya, siswa juga terbiasa mengambil keputusan jujur tanpa tekanan.

Syafa, salah satu siswi SMPN 3 Pringkuku, mengaku keberadaan kantin tersebut membentuk kebiasaan positif. “Tidak ada yang mengawasi, tapi kami sadar harus jujur. Lama-lama jadi kebiasaan,” katanya.

Ke depan, sekolah berharap Kantin Matahati dapat berkembang menjadi kantin swalayan yang sepenuhnya mandiri. Model ini diharapkan dapat menjadi rujukan pendidikan karakter berbasis praktik bagi sekolah lain, terutama dalam upaya pencegahan perilaku koruptif sejak usia dini. (*)

Pewarta : Yusuf Arifai
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Pacitan just now

Welcome to TIMES Pacitan

TIMES Pacitan is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.