30 Menit Ibadah Pagi, Cara SDN 1 Nglaran Pacitan Bentuk Karakter Siswa
Para siswa SDN 1 Nglaran tampak khusyuk melantunkan Asmaul Husna, hafalan Juz Amma, dan Sholawat Jibril dalam pembiasaan ibadah pagi di sekolah. (Foto: Hanif for TIMES Indonesia)

30 Menit Ibadah Pagi, Cara SDN 1 Nglaran Pacitan Bentuk Karakter Siswa

SDN 1 Nglaran Pacitan gelar pembiasaan ibadah pagi 30 menit berisi doa, hafalan surah, Asmaul Husna, Sholawat Jibril, dan salat dhuha untuk menguatkan karakter dan kesiapan belajar siswa.

TIMES Pacitan,Selasa 5 Mei 2026, 11:03 WIB
939
Y
Yusuf Arifai

PACITANSebelum pelajaran dimulai, siswa SDN 1 Nglaran, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan memulai hari dengan pembiasaan ibadah pagi selama 30 menit. Program rutin itu menjadi cara sekolah menanamkan karakter religius sejak dini.

Setiap pagi, siswa berkumpul di halaman dan musala sekolah. Mereka mengikuti doa bersama, hafalan surah pendek, pembacaan Asmaul Husna, Sholawat Jibril, hingga salat dhuha berjamaah.

Kepala SDN 1 Nglaran Agus Tri Wahono mengatakan kegiatan ini menjadi upaya menyeimbangkan capaian akademik dengan pembentukan akhlak siswa.

“Kami sangat bangga melihat antusiasme anak-anak. Tujuan utama kami meningkatkan nilai religiusitas siswa secara natural. Melalui pembiasaan 30 menit ini, kami sedang membangun benteng karakter agar mereka tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kesantunan dan ketenangan batin yang baik,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan dipandu guru Baca Tulis Al-Qur’an Nurcholis bersama guru Pendidikan Agama Islam Hanif Dwi Nilowati.

article
Salat dhuha berjamaah diikuti seluruh siswa SDN 1 Nglaran sebagai penutup rangkaian pembiasaan ibadah pagi. (Foto: Hanif for TIMES Indonesia)

Rangkaian dimulai dengan doa sebelum belajar, dilanjutkan hafalan surah pendek, pembacaan Asmaul Husna dan Sholawat Jibril, lalu ditutup salat dhuha berjamaah.

Hanif menilai pembiasaan ini berdampak langsung pada kesiapan belajar siswa.

“Ketika hati mereka sudah tenang setelah bersholawat dan salat dhuha, konsentrasi mereka jauh lebih siap untuk menerima materi pelajaran. Ini menjadi metode ‘pemanasan’ jiwa yang sangat baik,” jelasnya.

Menurut dia, pembiasaan spiritual membuat siswa lebih fokus saat mengikuti pelajaran di kelas.

Program tersebut juga menjadi komitmen sekolah dalam membangun karakter siswa, tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk sikap dan etika. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pacitan, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.