Jangan Sampai Terlambat, Ini 5 Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah yang Perlu Diketahui
Panduan fikih pembagian waktu zakat fitrah: mulai boleh sejak awal Ramadan, wajib saat akhir Ramadan, waktu utama sebelum salat Id, makruh dan haram bila lewat 1 Syawal.
PACITAN – Mengeluarkan zakat fitrah tidak bisa dilakukan sembarangan waktu. Dalam fikih, ulama membagi waktu pembayaran zakat fitrah menjadi lima kategori, mulai dari yang boleh dilakukan sejak awal Ramadan hingga waktu yang justru diharamkan karena sudah melewati batas.
Pembagian ini dijelaskan dalam sejumlah kitab fikih mu’tabar. Intinya, zakat fitrah memang boleh dibayarkan sejak awal Ramadan. Namun waktu paling utama tetap sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
Seperti dijelaskan dalam Hasyiyah Al-Bujairami 'alal Khathib karya Syekh Al-Bujairami juz 2 halaman 351.
ﺍﻟﺤﺎﺻﻞ ﺃﻥ ﻟﻬﺎ ﺧﻤﺴﺔ ﺃﻭﻗﺎﺕ: ﻭﻗﺖ ﺟﻮﺍﺯ ، ﻭﻭﻭﻗﺖ ﻭﺟﻮﺏ، ﻭﻭﻗﺖ ﻓﻀﻴﻠﺔ، ﻭﻭﻗﺖ ﻛﺮﺍﻫﺔ، ﻭﻭﻗﺖ ﺣﺮﻣﺔ
ﻓﻮﻗﺖ ﺍﻟﺠﻮﺍﺯ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﺸﻬﺮ ﻭﺍﻟﻮﺟﻮﺏ ﺇﺫﺍ ﻏﺮﺑﺖ ﺍﻟﺸﻤﺲ، ﻭﺍﻟﻔﻀﻴﻠﺔ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﺨﺮﻭﺝ ﻟﺼﻠﺎﺓ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﻭﺍﻟﻜﺮﺍﻫﺔ ﺗﺄﺧﻴﺮﻫﺎ ﻋﻦ ﺻﻠﺎﺗﻪ ﺇﻟﺎ ﻟﻌﺬﺭ ﻣﻦ ﺍﻧﺘﻈﺎﺭ ﻗﺮﻳﺐ ﺃﻭ ﺃﺣﻮﺝ ﻭﺍﻟﺤﺮﻣﺔ ﺗﺄﺧﻴﺮﻫﺎ ﻋﻦ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﺍﻩ ﺍﻁ ﻑ
Secara garis besar, waktu pembayaran zakat fitrah terbagi dalam lima tingkatan.
Pertama, waktu jawaz (boleh).
Waktu ini dimulai sejak tanggal 1 Ramadan hingga menjelang matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan. Pada rentang ini, seseorang sudah diperbolehkan menunaikan zakat fitrah lebih awal.
Kedua, waktu wajib.
Kewajiban zakat fitrah mulai berlaku ketika matahari terbenam di akhir Ramadan hingga sebelum salat Subuh pada 1 Syawal. Pada fase inilah zakat fitrah benar-benar menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat.
Ketiga, waktu utama (sunnah atau afdhal).
Inilah waktu yang paling dianjurkan. Yakni setelah salat Subuh pada 1 Syawal hingga sebelum salat Idulfitri dilaksanakan. Tujuannya agar zakat sudah sampai kepada mustahik sebelum umat Islam menunaikan salat hari raya.
Keempat, waktu makruh.
Apabila zakat fitrah baru dikeluarkan setelah salat Idulfitri hingga sebelum matahari terbenam pada 1 Syawal, hukumnya makruh. Artinya, sah tetapi tidak dianjurkan karena sudah melewati waktu yang utama.
Kelima, waktu haram (tahrim).
Jika zakat fitrah baru dibayarkan setelah matahari terbenam pada 1 Syawal, maka hukumnya haram karena sudah keluar dari waktunya. Dalam kondisi ini, zakat tetap wajib ditunaikan, tetapi statusnya menjadi qadha.
Sementara, keterangan tersebut juga tertulis dalam kitab ihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Al-Bantani, halaman 176:
وَالْحَاصِل أَن للفطرة خَمْسَة أَوْقَات وَقت جَوَاز وَهُوَ من ابْتِدَاء رَمَضَان فَإِنَّهُ يجوز تَعْجِيلهَا من ابْتِدَائه وَلَا يجوز إخْرَاجهَا قبله
وَوقت وجوب وَهُوَ بِإِدْرَاك جُزْء من رَمَضَان وجزء من شَوَّال
وَوقت ندب وَهُوَ قبل صَلَاة الْعِيد
وَوقت كَرَاهَة وَهُوَ مَا بعد صَلَاة الْعِيد وَقبل فرَاغ الْيَوْم فَإِنَّهُ يكره تَأْخِيرهَا عَنْهَا مَا لم يكن لعذر من انْتِظَار قريب أَو أحْوج
وَوقت حُرْمَة وَهُوَ مَا بعد يَوْم الْعِيد فَإِنَّهُ يحرم تَأْخِيرهَا عَنهُ وَتَكون قَضَاء يجب على الْفَوْر إِن كَانَ التَّأْخِير بِلَا عذر وَإِلَّا فعلى التَّرَاخِ.
Setelah memahami pembagian waktu tersebut, umat Islam diharapkan tidak menunda pembayaran zakat fitrah hingga melewati batas yang dianjurkan.
Sebab tujuan utama zakat fitrah adalah membantu kaum yang membutuhkan agar dapat merayakan Idulfitri dengan lebih layak. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
